Pangdam XXII/TB Mayjen TNI Zaenul Arifin, S.A.P., M.Sc., meninjau Lomba Menembak Yonif TP*

ADMIN UTAMA
0

PALANGKA RAYA | Dentuman tembakan menggema, sorakan semangat membahana. Di usia yang baru setahun, Kodam XXII/Tambun Bungai menunjukkan taringnya dan membuktikan *Profesionalisme Prajurit Tambung Bungai Untuk NKRi* dalam keterampilan Prajurit yakni jago tembak. 

Pangdam XXII/TB Mayjen TNI Zaenul Arifin, S.A.P., M.Sc., turun langsung meninjau Lomba Menembak Batalyon Infanteri Tempur di Lapangan Tembak Yonif Raider 631/Antang, Jalan Tjilik Riwut Km 6, Palangka Raya, Selasa (28/7/2026). Ajang ini menjadi salah satu puncak peringatan HUT ke-1 Kodam XXII/TB.

Didampingi jajaran pejabat utama Kodam, para Asisten dan Dansat, Pangdam memastikan setiap butir peluru yang dilepaskan adalah cermin profesionalisme.

Sembilan Batalyon Infanteri Tempur terbaik jajaran Kodam XXII/TB adu nyali di sini: Yonif TP 828/BWM, 829/BA, 830/IM, 831/PT, 883/TA, 884/SI, 923/MTY, 924/UM, hingga 925/KW.

Pertarungan dibagi dua kategori. Di nomor senapan, 25 prajurit terbaik tiap batalyon, terdiri dari Danyon, perwira, bintara, dan tamtama, menuntaskan 30 butir peluru dalam tiga sikap: tiarap, duduk, dan berdiri. Di nomor pistol, 9 penembak pilihan tiap satuan menguji ketenangan dengan 12 tembakan sikap berdiri.

"Mahir menembak bukan pilihan. Itu adalah kemampuan dasar dan jati diri seorang prajurit," tegas Pangdam di sela peninjauan. Beliau menekankan tiga hal: patuhi prosedur, jaga faktor keamanan, dan junjung tinggi sportivitas.

Lebih dari sekadar perlombaan, ini adalah *uji ketangguhan fisik, ketangkasan teknik, dan mental baja*. Ini panggung untuk mengasah naluri tempur, memelihara profesionalisme, sekaligus merajut soliditas antar satuan di bawah panji Tambun Bungai.

Dengan semangat "sekali bidik, tepat sasaran", para prajurit membuktikan bahwa usia 1 tahun Kodam XXII/TB yang sarat dengan prestasi dan kesiapan tempur.

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)